" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Forces IPB Memperpanjang Napas Penelitian di Indonesia

Posted by on 20 September 2010

* Dimuat dalam Surat Kabar Pikiran Rakyat Edisi Maret 2010

BEBERAPA waktu yang lalu, di Universitas Indonesia, B. J. Habibie yang menerima penganugera-haan gelar doktor honoris causa (HC) menyatakan, ada tiga indikator dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Ketiga hal tersebut di antaranya, tersedianya lapangan pekerjaan, pendidikan, dan penelitian yang berkesinambungan.

Kalau melihat ketiga indikator kesejahteraan seperti yang diungkapkan oleh Habibie, rasanya masih jauh panggang dari api, negeri ini menyandang status sejahtera. Lapangan pekerjaan misalnya, meskipun pemerintah mengaku angka kemiskinan sedikit bisa ditekan, bukti di lapangan mengatakan lain. Makin maraknya kasus krimina-lisme menandakan betapa lapangan kerja sulit didapat. Sehingga, “jalan tengah” untuk bisa mengisi perut adalah dengan menghalalkan segala cara. Sedangkan pendidikan, selama ini kita seolah sudah kenyang dengan pemberitaan bahwa dunia pendidikan kita masih berkutat kepada sistem. Negeri kita belum menemukan sistem pendidikan yang komprehensif dan efektif. Bisa kita tengok, kebijakan UN saja masih menjadi polemik.

Lalu, apa kabar dengan penelitian? Sama-sama sudah kita ketahui, anggaran negara untuk penelitian (riset) sangat minim. Bahkan, boleh dikatakan, paling minim di antara kementerian yang lain. Dalam kesempatan diskusi kecil di Ul, Dr. Edi Syukur, M. Eng. mengatakan, anggaran Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia hanya sebanding dengan anggaran riset perusahaan mobil asal Korea, Hyundai, selama sepekan! Setahun berbanding sepekan. Miris!

Menyadari hal tersebut, dengan dana yang sangat minim yang dimiliki oleh Ke-menristek, seharusnya kegiatan penelitian harus tetap digalakkan. Aminudi, mahasiswa IPB Bogor, dalam sebuah kesempatan menyatakan setuju dengan hal ini. “Generasi muda harus didorong dan dirangsang untuk memiliki jiwa-jiwa peneliti,” katanya.

Untuk itulah, Aminudi kemudian bergabung dengan UKM Forces di kampusnya. UKM Forces merupakan unit kegiatan mahasiswa yang berkonsentrasi dalam peneli-tian-penelitian dan kajian ilmiah. Berkat ketekunannya di UKM Forces, Aminudi kini di,miau.iln untuk mengetahui UKM yang telah banyak melahirkan prestasi ini.

Forces (Forum for Scientific Studies) IPB Bogor berdiri sejak 2003. UKM ini berawal dari sebuah kelompok diskusi kecil yang diprakarsai oleh empat orang mahasiswa IPB, salah satunya adalah Bapak Anuraga Jayanegara, S. Pt., M. Sc. Kelompok diskusi kecil yang berkonsentrasi dalam dunia penelitian ini lama-lama menjadi diminati mahasiswa. Hingga mencapai angkatan VII (telah berdiri tujuh tahun), Forces mencatat ada sekitar 150 orang anggota, dan 300 lebih alumni.

Banyak sekali prestasi yang telah diukir oleh Forces. Proposal-proposal PKM yang dibuat oleh anggota Forces telah banyak yang didanai oleh Dikti. Selain itu, Forces juga telah mengirim delegasinya ke luar negeri untuk kegiatan-kegiatan ilmiah dan penelitian.

Berikut sederet prestasi mentereng yang telah diukir oleh Forces; empat anggota Forces menjadi delegasi sebagai Indonesian Delegation on International Conference in Malaysia (2009), Delegasi IPB sekaligus perwakilan Indonesia dalam Internasional Youth Conference, Korea (2009), tiga anggota Forces sebagai delegasi Indonesia dalam Asian Sciense Camp di Bali (2009), dan peringkat 1 LKTM seni tingkat nasional (2010), dan masih banyak lagi.

Melihat sederet prestasi dan kiprah yang telah dicetak, rasanya tak berlebihan jika kita berharap napas penelitian di negeri ini masih tetap ada. Dengan begitu, kesejahteraan seperti yang diungkapkan B. J. Habibie tidak lagi jauh panggang dari api. (Fa-tih Beeman)

Share

2 Responses to Forces IPB Memperpanjang Napas Penelitian di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *