" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Perbaikan Kualitas Gizi untuk Kemajuan Bangsa

Posted by on 2 January 2012

Septian Suhandono*

Tulisan ini juga dimuat di Seputar Indonesia Cetak tanggal 13 Desember 2011

You are what you eat. Kalimat yang tepat untuk menggambarkan betapa pentingnya pemenuhan gizi bagi seorang indvidu. Kualitas gizi akan menentukan bagaimana proses metabolisme tubuh dalam menghasilkan energi, membentuk daya tahan tubuh akan penyakit, membentuk kondisi fisik yang sehat yang pada akhirnya akan membentuk individu baik seutuhnya, tidak hanya baik secara raga tetapi juga jiwa. Jika dipandang kumulatif, hal ini merupakan sebuah dasar bagaimana membentuk bangsa yang maju.

Asupan gizi merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kondisi kapasitas fisik seseorang. Asupan gizi akan menentukan bagaimana kondisi dari perkembangan dan pertumbuhan seorang individu. Karbohidrat bertanggung jawab kepada aktivitas seseorang. Protein sebagai penentu perkembangan dan pertumbuhan fisik individu. Lemak diperlukan sebagai cadangan energi dan pelarut vitamin. Selain itu vitamin, mineral dan air juga sangat dibutuhkan untuk pembentukan hormon dan enzim yang memoderasi proses metabolisme tubuh.  Data dari Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2010 menunjukkan bahwa terdapat 44,6% ibu tidak memenuhi kebutuhan zat gizi yang semestinya. Angka ini tidak berbeda jauh dengan angka ketidakcukupan gizi pada wanita dewasa yakni 45,8% dan anak balita sebesar 65,1% dari jumlah keseluruhan. Departemen Gizi Masyarakat IPB melalui penelitinya menemukan fakta bahwa hanya 10,6% Ibu hamil yang memenuhi kebutuhan akan Asam Folat. Hal ini sangat riskan, karena Asam Folat walaupun dalam dibutuhkan jumlah sangat sedikit, namun sangat dibutuhkan dalam perkembangan sistem syaraf dan otak yang sangat berkaitan dengan kapasitas intelektualitas dari seorang anak sebagai generasi bangsa. Belum lagi masalah 10,3 juta anak yang kurang asupan vitamin A (KVA) dan masih ada 300 ribu anak yang menderita Gangguan Akibat Kekurangan Iodum (GAKY). Defisiensi zat gizi tersebut akan menurunkan kapasitas fisik dan intelektulitas generasi masa depan.

Belum selesai dengan masalah defisiensi, muncul masalah lain yakni ekses atau kelebihan zat gizi tertentu. Angka obesitas mencapai 18,3% pada usia dewasa dan 12,3% pada anak-anak dan remaja. Hal ini diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan semakin meningkatnya konsumsi fast food dan makanan tinggi lemak namun rendah serat, vitamin dan mineral. Obesitas akan meningkatkan resiko timbulnya penyakit degeneratif lainnya seperti stroke, penyakit jantung koroner dan diabetes mellitus. Hal ini juga akan turut memberikan dampak buruk bagi kualitas hidup bangsa Indonesia.  Jika ini terus dibiarkan Indonesia akan mengalami beban gizi ganda.

Indonesia saat ini belum selesai pada masalah defisiensi atau kekurangan zat gizi namun sudah ditambah dengan masalah ekses atau kelebihan zat gizi. Solusi perbaikan gizi idealnya harus mencakup trilogi gizi. Pertama adalah penyediaan bahan pangan yang cukup dan beragam. Teknisnya harus diupayakan sumber-sumber pangan baru yang sebenarnya potensial namun belum dikenal dengan baik oleh maysrakat seperti umbi-umbian untuk karbohidrat dan berbagai hasil laut sebegai sumber protein. Kedua, harus ada kemudahan akses terhadap bahan pangan dan edukasi pendidikan yang menyeluruh. Teknisnya harus ada peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, dan adanya disitribusi pangan yang merata baik melalui badan logistik maupun alur niaga. Terakhir, harus ada edukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi kepada semua elemen masyarakat baik melalui lembaga formal maupun informal. Ketiga hal tersebut jika dilaksanakan secara komprehensif dengan kerjasama antara pemerintah (Kementrian Kesehatan, Pertanian, Komunikasi dan Informasi serta Pendidikan), masyarakat dan pihak swasta akan menjadi akselerator utama kemajuan bangsa Indonesia.  Perbaikan gizi terutama pada ibu hamil, bayi, balita, dan anak usia sekolah melalui program yang holistik, komprehensif dan menyeluruh yang diselelenggarakan secara bersama-sama merupakan sebuah gerakan massif untuk menuju kemajuan bangsa.

Perbaikan kualitas gizi akan memberikan efek positif terhadap kondisi fisik yang mencakup ketahanan terhadap penyakit, kekuatan aktifitas serta intelektualitas. Peningkatan aspek-aspek tersebut secara kolektif merupakan dasar utama bagi pendorong kemajuan bangsa.

*Mahasiswa Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Direktur di Forum for Scientific Studies (FORCES) IPB,

Share

One Response to Perbaikan Kualitas Gizi untuk Kemajuan Bangsa

  1. forces 9

    two thumbs up kak…:))))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *