" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Pelatihan Pembuatan Proposal PKM (P4) 2012: Come join us!!!

Posted by on 16 August 2012

Sejarah yang telah dilalui oleh IPB dalam pelaksanaan PKM dan Pimnas dari sejak penyelenggaraan PKM tahun 2002 hingga tahun 2011, telah menorehkan prestasi yang membanggakan. Indikasi ini terlihat dari banyaknya proposal/usulan hingga mencapai 965 buah (didanai Dikti 404 buah) pada tahun 2012. Hal ini menunjukan telah terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari berbagai karya kreatif mahasiswa yang diciptakan. Keberhasilan IPB terlihat dari wakti ke waktu, dimana pada tahun 2003 IPB sebagai peraih penghargaan terbanyak, kemudian menjadi Juara Umum selama dua kali berturut-turut pada tahun 2004 di STT Telkom Bandung dan tahun 2005 di Universitas Andalas, Padang. Tapi itu dulu, bagaimana sekarang?
Tekad untuk merebut piala Adikerta Kertawidya sebagai simbol penghargaan tertinggi Pimnas kembali diaungkan pada penyelenggaraan Pimnas XXV di Universitas Muhamadiyah Yogyakarta Juli kemarin. Namun IPB harus berbesar hati dan puas duduk sebagai Runer Up dibawah Universitas Brawijaya, Malang dengan torehan 5 medali setara emas, 3 perak, dan 2 perunggu di bidang presentasi dan 1 medali setara emas, 2 perak dan 1 perunggu di bidang poster. Ada beberapa catatan yang perlu digaris bawahi dalam pelaksanaan PKM di IPB dan Pimnas 2012, (1) Memang persiapan IPB sangatlah matang dalam penyelenggaraan PKM dan Pimnas UMY kemarin namun masih terjadinya beda paham antara Direktorat Kemahasiswaan dan Mahasiswa IPB sendiri dalam penyelenggaran Monitoing PKM. Banyak mahasiswa yang menganggap bahwa pertama Monitoring atau kegiatan presentasi hanya membuang waktu dan tidak penting pasalnya dalam kurun waktu dua bulan kelompok PKM harus pesentasi di Departemen, Fakultas, Persiapan Monev, Monev dan PIM IPB (5x), padahal saya yakin maksud kegiatan ini baik dan terbukti IPB dapat loncat peringkat menjadi juara II di Pimnas UMY. Akan tetapi, perlu adanya komunikasi yang baik dan penjadwalan yang diketahui mahasiswa dari awal tentang pelaksanaan Monitoring agar tidak lagi kata ogah-ogahan dari Mahasiswa. Kedua, adanya pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa (PIM) IPB yang kurang diminati mahasiswa karena poin pertama dan jadwal yang berdekatan dengan ujian, dan solusinya perlu kembali ke poin pertama. Terbayang jika PIM IPB disetting persis seperti Pimnas yang memperebutkan Pila Rektor misalnya (pengganti pila Adikerta Kertawidya) dan dipeebutkan oleh Fakultas-Fakultas model OMI/IAC. Seru kayaknya, dan bakal spektakuler karena ada “Bacok-bacokan” antar Fakultas yang dikompori BEM dan Dekanat. Tapi apakah BEM dan Dekanat Mau?. Ketiga adalah Peran Aktif BEM dan Dekanat Tiap Fakultas yang “aneh” karena sebagian Fakultas ada yang sangat peduli, peduli, cukup peduli atau bahkan sedikit peduli (seperti kuisioner), pasalnya banyak BEM atau kegiatan MPF/MPD yang dirancang dan mewajibkan mahasiswa Departemen/Fakultas untuk rame-rame membuat usulan PKM hanya sebatas semangat pembutan saja dan hanya sedikit follow up atau mungkin tidak ada Monitoring yang memantau bagaimana keadaan PKM nya (Apakah penelitiannya lancar? timnaya makin kompak? Usaha di PKM K nya sukses? Mitra binaanya senyum? atau sekedar tanya-tanya kabar bagaimana perkembangan proposalnya?). Aneh yang Riweuh ko Ditmawa dan Sangkuriang Saja? Serasa pengen bilang, jika tidak ada Ditmawa di IPB apakah kita bisa ikutan PKM? Tentu tidak bisa, hendaklah peran aktif dari tim PKM, BEM/Himpro, Departemen, Dekanat dan Tentunya Ditmawa harus kita ambil jika ingin Piala Adikerta ada di IPB. Dan Keempat adalah jiwa mahasiswa sendiri. Saya ingin bertanya apakah anda membuat PKM hanya mengharap hibah? Luar Biasa jika ada ratusan PKM IPB yang didanai dilaksanakan dengan kerja keras, cerdas, ikhlas dan tanggung jawab tinggi. Ingat uang PKM adalah uang rakyat yang berasal dari pajak dan kerja keras rakyat yang sedang banting tulang disana. Perlu diketahui, mereka menunggu kreativitas kita semua mahasiswa pertanian.
Kini tiba saatnya menyongsong Pimnas 2013 dengan Persiapan yang lebih matang (Ide yang berkualitas dengan orisinalitas tinggi, Tim yang kompak, Proposal usulan yang berkualiatas, Perjalanan dengan dana dan waktu terbatas, persiapan menjelang Monev yang matang, hingga pelaksanaan karantina poster dan presentasi yang baik. Karena Camkan, Pimnas 2013 akan semakin ketat karena bukan hanya UB, UGM dan ITS yang akan mengamuk dan siap menerkam tetapi Universitas Universitas lain sudah mengambil ancang-ancang dari sejak penutupan Pimnas UMY lalu. Sebut saja Universitas Indonesia (UI) yang siap kuningkan Pimnas 2013 dengan mewajibkan mahasiswanya membuat PKM, atau mungkin kekuatan kuantitas Universitas Negeri Semarang (UnNeS) yang akan menjadi kekuatan kualitas, ITB, UnPad, UMY Universitas Ahmad Dahlan, STIE Malangkukecwara, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas lainnya yang kita tidak tahu betapa hebatnya persiapan mereka. Lalu, Bagaimana dengan IPB?
Kita harus mulai dari proposal, kita buktikan wahai mahasiswa pertanian Indonesia bahwa kita bisa menembus angka 1000+ proposal usulan yang berkualitas. Seribu proposal usulan yang bukan mengharapkan hibah 10 juta untuk poya-poya, bukan 1000+ usulan yang plagiatisme nan diaragukan orisinalitasnya. Tapi 1000+ usulan yang bisa merepresentasikan karya-karya kreatif mahasiswa pertanian bahwa “Soal Pertanian adalah Soal Antara Hidup dan Mati”
Bergabunglah dalam gerakan ini di Pelatihan Pembuatan Proposal (P4) IPB 2011 “IPB Juara Umum Pimnas 2013” :)

 

Pendaftaran:

www.p4forcesipb.wordpress.com

CP: Tatang 08561185633

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *