" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sekolah Forces 3

Posted by on 9 April 2013

Yes or No di Sekolah FORCES 3

“To Be Good Presenter in National and International Competition”

Sekolah Forces edisi ketiga kali ini menantang rasa percaya diri setiap siswa SF. Apa yang berbeda dari SF edisi satu dan dua? Ya betul, seperti yang tertera pada judul tulisan press release ini, SF edisi ketiga yang diadakan pada hari Minggu tanggal 3 Maret 2013 menyajikan materi tentang cara dan teknik presentasi yang baik dan benar ketika berada di sebuah kompetisi/perlombaan tingkat nasional dan internasional. SF edisi ketiga menghadirkan Asep Andi (TMB 47) dan Ihwan Nul Padli (IPTP 47) sebagai pemateri sekaligus dewan juri. Kedua mahasiswa yang juga merupakan pengurus FORCES Kabinet Iron Man ini diharapkan dapat memacu semangat FORCES 10 untuk berani berkarya serta membagikan pengalaman-pengalaman presentasi mereka di setiap kompetisi baik nasional dan internasional yang telah mereka ikuti. Pengalaman adalah guru terbaik, begitulah kata pepatah bukan?

Seperti Sekolah FORCES minggu sebelumnya, kegiatan dimulai pada pukul 08.00 kemudian dibuka dengan bacaan tilawah. Setelah dibuka oleh MC, M. Tresna Muharam (GFM 48), pengarahan dan penjelasan tata cara presentasi pun diberikan. FORCES 10 kemudian dibagi menjadi 7 kelompok dengan masing-masing anggota berjumlah 3 sampai 4 orang. Masing-masing kelompok mendapatkan topik yang telah disiapkan oleh tim SF sebelumnya. Topik yang telah diberikan tersebut harus didiskusikan dan dibuat dalam bentuk slide kemudian dipresentasikan selama 15 menit. Materi SF ketiga tersebut benar-benar menantang karena sistem Yes or No diterapkan dalam latihan presentasi ini. Maksudnya, para dewan juri memberikan “yes” jika penampilan presentasi kelompok berkualitas dan mengatakan “no” jika presentasi memang tidak berkualitas. Terkesan kejamkah?? Justru tidak. Sebab tim SF ingin membentuk mental dan rasa percaya diri anggota muda FORCES 10 agar mereka berani mengemukakan argumennya di depan publik khususnya saat mereka harus presentasi di sebuah kompetisi tingkat nasional dan internasional.

Atmosfer seperti berada di kompetisi sesungguhnya pun telah dirasakan oleh kelompok kecil FORCES 10. Secara bergantian sesuai nomor undian, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi topik mereka selama 15 menit termasuk tanya jawab dengan dewan juri. Kritik dan saran yang membangun satu per satu disampaikan oleh Asep dan Ihwan. Banyak dari mereka masih mendapatkan No, hanya sedikit kelompok yang mendapatkan yes. Susah memang. Hehe, FORCES 10 harus banyak belajar teknik presentasi kembali ya.

Meskipun mereka gagal, mereka tetap tidak menyerah, Mereka tetap antusias dan semangat mendengarkan perbaikan-perbaikan dari Asep dan Ihwan tmengenai teknik presentasi yang baik dan benar hingga acara selesai. Maka, dijelaskanlah materi cara dan teknik-teknik presentasi di Kompetisi Tingkat Nasional oleh Kak Ihwan, “Buat juri dan audiens tertarik di awal presentasi kalian. Bicaralah dengan santai dan lantang. Jangan lupa gesture dan eye contact, Bro! Ingat kalimat ini, open the gate, open the door.” Ya, kalimat tersebutlah yang ditekankan oleh Ihwan. Maksud kalimat di atas adalah kita harus membuat awalan presentasi yang baik, kita dapat membuka presentasi dengan suatu cara yang berbeda dan kreatif sehingga membuat juri tertarik dengan presentasi kita. Dengan demikian, kita mampu mengendalikan suasana presentasi dari awal hingga akhir.

Tidak jauh berbeda dengan Ihwan, Asep pun berbagi pengalamannya saat presentasi paper di Bacolod, Filipina, bulan Februari lalu. Inti dari presentasi adalah pengungkapan ide. Ide dipublikasikan secara oral/lisan dari penemunya. Presentasi harus menarik, tidak bertele-tele, padat, jelas dan berbobot. Kak Asep juga memberikan tips untuk FORCES 10 jika ingin presentasi call for paper di tingkat internasional maka yang harus diperhatikan adalah menampilkan citra yang menarik dari negara sendiri, harus percaya diri dan menganggap bahwa yang mengetahui seluk beluk isi paper adalah kita sendiri, dan terakhir presenter harus membuat audiens mendengarkan secara seksama.

Sungguh menarik bukan? Hayo siapa dari FORCES 10 yang ingin mengikuti jejak-jejak kakak angkatan FORCES yang telah melanglang buana dan mengepakkan sayapnya di kompetisi nasional dan internasional?? Atau dari kalian yang membaca tulisan ini?? Monggo, silahkan..! Siap menjadi a good presenter sekarang? Mulai sekarang bekali diri dengan presentasi yang benar dan baik. Hemm, siapa takut! Katakan itu ya…

Salam semangat!

Semangat berkarya!

Ganbatte kudasai..

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *