" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sekolah Forces 4

Posted by on 7 May 2013

SEKOLAH FORCES 4:

SIMULASI BUSINESS PLAN BERBASIS FUN LEARNING

 

     Hari Minggu pagi (17/3) taman Gladiator IPB sudah ramai dengan suara teriakan jargon dan yel-yel dari sekelompok mahasiswa. Sesekali di sela-sela penampilan yel-yel kelompok, mahasiswa yang menjadi audiens tertawa karena kelucuan dari tingkah laku yang menyanyikan yel-yel. Suasana tambah memanas ketika pengurus BPH yang hadir di SF 4 tersebut ikut meneriakkan jargon FORCES dengan lantang.

     Tenyata mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah anggota FORCES 10 yang sedang memperkenalkan kelompoknya masing-masing dan para BPH dan alumni FORCES yang bertindak sebagai juri dalam rangkaian materi Simulasi Bussiness Plan, materi keempat dari SF hari itu. Aksi yang dilakukan mahasiswa di atas ialah pembukaan sebelum masuk ke simulasi inti. Tema Sekolah FORCES keempat ialah “Business Plan bagi Mahasiswa”.

Seperti pertemuan SF minggu sebelumnya, Tim SF menerapkan sistem praktek langsung business plan melalui simulasi berbasis fun learning di ruangan terbuka. Peserta diberi modal dengan uang terbatas untuk membeli bahan-bahan produksi. Kemudian bahan-bahan diolah sedemikian rupa sesuai kreativitas mereka untuk menghasilkan barang jadi yang mempunyai nilai jual. Simulasi promosi dan pemasaran pun dilakukan kepada para pembeli setelah produk mereka jadi. Tokoh pembeli diperankan oleh angkatan FORCES 9 dan FORCES 8. Sesi inilah yang paling seru dan menantang. Mengapa? Karena grup-grup kecil FORCES 10 harus mempresentasikan keunggulan produknya sehingga pembeli merasa tertarik. Di sinilah kemampuan persuasi dibutuhkan. Kemampuan persuasi menjadi penting dalam komunikasi bisnis, sebab dalam bisnis harus bisa menyakinkan, mempengaruhi dan mengajak konsumen untuk mau membeli produk yang telah dihasilkan. Sesi terakhir setelah melakukan promosi dan pemasaran, tiap grup harus mempresentasikan di depan forum hasil bisnis meliputi modal awal, produk yang dijual, strategi promosi dan pemasaran, penghasilan bruto, dan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Beruntunglah di SF 4 minggu keempat ini, FORCES 10 dapat bertemu langsung dengan pebisnis muda Kaos Serat Bambu di IPB yakni Ahmad Haris Wijaya (MAN 48) dan M. Nizam (TIN 48). Kedua mahasiswa tersebut yang sekarang duduk di semester 4 ini pernah menjadi juara ketiga dalam Kompetisi Kewirausahaan di Pekan Ilmiah Mahasiswa Pertanian Indonesia (PIMPI) yang diselenggarakan FORCES tahun 2012 lalu. Di hadapan FORCES 10, mereka berbagi pengalaman dalam melakukan bisnis Kaos Serat Bambu mulai dari nol hingga usaha mereka bisa dikenal oleh masyarakat. Satu kalimat yang penulis ingat dari penjelasan Ahmad dan Nizam, “Bisnis itu tidak sekedar mendapatkan keuntungan berupa uang saja, Kawan! Tetapi bagaimana kita bisa meningkatkan profit sosial kita di masyarakat. Itu yang paling penting. Karena ketika hanya profit materi berupa uang saja itu belum ada apa-apanya. Sebab, lewat profit  sosial-lah brand kita akan bisa bertahan lebih lama dan semakin dikenal oleh masyarakat. Tetap luruskan niat dalam berbisnis.”

Subhanallah, pesan penutup yang sangat berharga! Benar, bisnis dilakukan bukan hanya untuk mengejar keuntungan uang semata. Tetapi bagaimana cara kita sebagai pembisnis/pengusaha untuk bertanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Itu essensi paling vital yang jarang disadari oleh para pemilik bisnis. Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 11.15 WIB, usailah sudah perjumpaan di SF 4. Hari itu sungguh kami telah belajar banyak tentang seluk beluk Businnes Plan. Semoga FORCES 10 dapat menerapkan ilmu tersebut untuk menjadi wirausahawan muda selanjutnya. Kami tunggu aksi dari kalian, FORCES 10. Siap bangun untuk Indonesia???

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *