" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Kuliah Umum International Jurnal oleh Prof. Daryl Lund

Selasa (9/4/2012) pukul 10.00 tepat,  acara uliah umum mengenai International Journal oleh Prof. Daryl Lund (guru besar univ Wisconsin Madison, USA). yang menyedot perhatian sekitar 400 mahasiswa dan  dosen ini diselenggarakan di auditorium Andi Hakim Nasution, salah satu auditorium kebanggaan kampus IPB.  Kuliah umum ini diselenggarakan oleh departemen Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA), Institut Pertanian Bogor (IPB).

Materi yang diberikan seputar review bagaimana seorang reviewer menilai jurnal yang dibuat untuk dapat diterbitkan dalam skala internasional. Materi tersebut merupakan panduan untuk jurnal IFT (International Food Technology), namun berbeda dengan jurnal yang mengarah pada sosial-ekonomi. Salah satu perbedaannya yaitu terkait metodologi dan sumber data yang digunakan. Untuk ekonomi atau sosial dapat digunakan survey namun tidak untuk jurnal IFT.

Pembicara yang merupakan salah satu reviewer dalam jurnal IFT memaparkan bagaiamana cara me-review sebuah jurnal mulai yakni dengan melihat originalitas karya, metode dan eksperimen yang digunakan, serta hasil dari sebuah penelitian. Review ini penting untuk dilakukan mengingat jurnal yang diterbitkan dapat menjadi sumber paparan ilmiah dan mungkin untuk diaplikasikan oleh suatu industri. P

ada paparan data yang diberikan untuk tahun 2010 dan 2011 tingkat reject jurnal semakin meninggi, diatas angka 60 %, hal ini terjadi karena manuscript yang dibuat kurang sesuai juga karena kompetisi yang semakin meninggi. Reject terhadap jurnal akan mudah untuk dilakukan para reviewer dengan melihat  titik-titik krusial tulisan. Jurnal dengan bahasan lokal akan sangat sulit diterbitkan jurnal internasional, mengingat dalam penulisan sebuah bahasan lokal sekalipun haruslah ada kemungkinan pengaplikasiannya bila diterapkan selain di daerah tersebut, mengingat banyak kemungkinan masyarakat internasional yang akan membacanya.

Penilaian reject terhadap jurnal dapat dilihat dari metode yang digunakan, sejauh mana variabel, keterkaitan anatar iteraksi dan variabel, jurnal yang minim eksperimen dan metodologi akan menjadi baseline reject. Selanjutnya yang diperhatikan ialah impact factor atau bagaiamana cara penulis untuk memberikan referensi atau sitasi. Sitasi yang digunakan biasnya mengacu pada jurnal-jurnal yang terbit 2 tahun sebelumnya, semakin banyak sitasi yang diberikan sebenarnya akan semakin memberikan penilaian yang kecil dari reviewer.

Hal yang paling krusial untuk di cek ialah plagiatisme dalam penulisan atau hasil. Mungkin orang akan berpikir bahwa reviewer akan kesulitan menemukan ini mengingat semakin hari ilmu semakin berkembang dan informasi makin tersebar dan tak mungkin reviewer hapal semua penelitian-penelitian terdahulu atau terbaru. Reviewer memiliki trick tersendiri untuk mengecek hal ini dan ada yang sangat membantu yakni dengan software ithenticate.

Software ithenticate dapat menganalis IS suatu manuscript dengan memberikan data kualitatif dan juga kuantitatif dengan memberikan rujukan info penyaduran. Angka kuantitatif mengenai kemiripan dengan tulisan-tulisan sebelumnya dapat keluar, juga dapat mengecek langsung sitasi atau referensi yang digunakan, bahaya plagitisme ini bila ditemukan dapat diberikan sanksi salah satunya ialah tidak boleh mengirimkan tulisan selama 5 tahun.

Diakhir sesi dilakukan diskusi yang menarik, secara umum peserta sangat antusias terhadap materi yang diberikan sehingga banyak peserta memberikan pertanyaan dan komentar, mengenai panduan membuat jurnal IFT dapat di akses di web IFT. Sebelum mengakhiri penyampaian materi dan diskusi ini Prof.Daryl mengatakan bahwa tiap orang mungkin punya pengalaman di reject tulisannya oleh seorang reviewer termasuk diri dia sendiri namun beliau berharap semoga dengan hal tersebut dapat memberikan motivasi lebih untuk belajar dan tidak mudah menyerah untuk tetap menulis dan mengirimkan jurnal.

Acara dihadiri oleh: Anik Setiyaningsih, Wakil Direktur Forces 2011-2012, Mahasiswi Teknologi Industri Pertanian IPB angkatan 46

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *