" />
browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Grand Launching SF 2015

IMG-20150304-WA0025

SF 1

Sekolah Forces pertama pada tanggal 1 Maret 2015 dibuka oleh Master Of Ceremony yaitu Rivalni Setiadi (f11) padaka pukul 13.20 WIB. Selanjutnya acara dilanjutkan ke acara berikutya yaitu pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh wakil Direktur Forces yang pertama yaitu M. Royan (F10)

Pukul 1.30 acara menginjak pada sambutan dari kepala sekolah Forces 12 yaitu Opal priya Wening departemen TIN 50 yang merupakan anggota Forces 11 dan pengurus HRD Forces. Acara berikutnya merupakan sambutan dari Direktur Forces ke 12 yaitu Hendi Okta Kurniawan TMB 49 (F11) yang mengarahkan seluruh siswa Forces untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya pada rangkaian acara Sekolah Forces hingga beberapa bulan mendatang.

Masuk pada pukul 13.40 acara inti sekolah Forces yang pertama yaitu materi How to be scientist dibawakan oleh Teki Sinatria ESL 47 (Forces 8). Pada pembahasan pertama kak Teki membahas tentang Dream or Purpose, yang menekankan kepada adik-adik untuk memilki tujuan dalam hidup.untuk menjadi scientist yang harus dilakukan pertama kali adalah bukan untuk menjadi orang sukses namun menjadi orang yang memiliki nilai. Hal ini karena orang yang memiliki nilai orang tersebut akan memiliki fenomena. Fenomena tersebut dapat muncul jika bertemu dengan ilmu pengetahuan dan pemikiran yang kemudian akan menjadi solusi.

Apabila man of value ini sudah mendapatkan ide, tahapan selanjutnya adalah menuliskan ide tersebut supaya tidak lupa. Setelah itu ide tersebut baiknya di diskusikan dengan teman, kaka kelas, atau dosen. Apabila sudah didiskusikan mereka diharapkan mampu menuliskan ide tersebut menjadi sebuah karya tulis yang dapat dijadikan solusi. Setelah menuliskannya man of value ini belum berakhir perjuangannya, hal yang lain yang juga penting adalah berdoa. Hal ini supaya karya tulisnya dapat bermanfaat dan juga mungkin dampat memenangkan lomba. Dengan memiliki kemampuan Man of value ini anggota Forces mampu menjadi problem solving. Selain itu tips untuk menjadi scientist salah satunya adalah bergabung dengan social project dan menjadi orang yang lebih peka dengan dunia sekitar.

Pada sesi diskusi Mutiara (F12) bertanya mengenai bagaimana pengalaman Ka Teki dalam dunia Scientist. Ka Teki menekankan bahwa untuk menjadi seorang acientist orang tersebut harus memiliki nilai.selanjutnya pertanyaan kedua diajukan oleh Fitri Nurjanah (F11) bagaimana caranya supaya project sosial yang dijalankan dapat menarik perhatian orang untuk bergabung. Untuk mempermudahnya Teki sinatria menerangkan bahwa untuk menarik orang lain untuk bergabung adalah menonjolkan sistem bisnis, insentif, dan juga posisi.

Pertanyaan ketiga dari Amalia EPH (F11) mengenai apa yang disebut dengan social Project, lalu bagaimana membuat Social Project yang berkesan di hati masyarakat. Untuk membuat social project pada awalnya kita hanya perlu untuk membuat target setinggi mungkin karena nanti pada akhirnya karya Tulis yang dibuat akan menjadi social project dengan sendirinya. Buatlah sebuah karya yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pertanyaan ke 4 diajukan oleh Ana (f12) bagaimana tips untuk menjadi problem solver?. Untuk menjadi problem solver yaitu mengerti permasalahan di masayarakat dan banyak membaca. Selain itu harus sering mengunjungi tempat-tempat yang banyak memiliki permasalahan.

Pertanyaan ke lima diajukan oleh Rina tentang bagaimana cara menjelaskan ide yang dimiliki ke masyarakat. Untuk pengimplementasian ke masyarakat gunakanlah bahasa yang mudah di mengerti oleh golongan masyarakat tersebut. Pertanyaan terakhir di ajukan oleh Yusrizal ( F9) yaitu bagaiamana untuk mengurus birokrasi di masyarakat. Untuk mengurus birokrasi yang berlaku yaitu pertama jadilah orang yang santun dalam berhubungan ke masyarakat. Yang kedua temui lembanganya secara langsung untuk mencari tahu bibit permasalahan dalam birokrasi.

Acara selanjutnya setelah diskusi adalah simulasi pembuatan ide yang diikuti oleh seluruh peserta Sekolah Forces. Seluruh peserta sekolah forces harus menuliskan idenya pada sebuah sticky notes dan ditempelkan pada sebuah papan.

Beberapa ide yang menarik antara lain adalah sebuah media pembelajaran kreatif tentang pembelajaran audio, atau sebuah alat yang mendukung pertanian Indonesia dan banyak lagi.

Closing statement Kak Teki adalah keberhasilan, pencapaian, dan penghargaan akan di dapatkan jauh lebih luas dan tak terbatas saat kita memikirkan untuk apa hal tersebut.

Selanjutnya acara SF diakhiri dengan ucapan hamdallah dan penutup akhir majelis. Yang kemudian di abadikan juga dengan foto bersama Sekolah Forces episode 1 dengan papan ide yang baru saja mereka buat. Harapnnya kedepan seluruh ide yang sudah di tuangkan oleh peserta sekolah forces dapat terwujudkan dan di realisakikan selama di Forces. Selain itu diharapkan juga Euforia peserta sekolah forces baik pengurus maupun anggota Forces 12 dapat tetap terjaga semangatnya seperti di pertemuan pertama. FORCES! GO SCIENTIST! (aep).

IMG-20150304-WA0022IMG-20150304-WA0024IMG-20150304-WA0023IMG-20150304-WA0026

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *