" />

Sebuah Catatan Perjalanan: Melaka

Konferensi “Youth Be Aware” di Melaka

oleh Ikrom Mustofa
GFM 48

 

“Cerahnya pagi mungkin belum tentu meniscayakan hadirnya mentari. Mendung yang bergelayut jua belum tentu memaksa hadirnya hujan. Bahkan terik yang menyengat juga belum tentu menyurutkan kubangan air gutasi. Semuanya telah diatur oleh yang maha pengatur, karenanya kita tak dapat bertindak dalam kemahapastian. Hidup? Ya, serahkan saja padanya. Kita tinggal menjalani dengan segelintir ikhtiar dan secerca tawwakal”

Senin subuh itu cukup cerah. Bertepatan dengan sehari setelah kegiatan Up Grading CSSMoRA IPB, aku memantapkan langkah menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng untuk terbang ke Malaysia. Hmm, sebelumnya aku belum pernah menginjakkan kaki di bumi petronas itu. Alhasil, perasaan was-was muncul dan terus mengelabuhi isi kepala. Tujuan kepergian kali ini ke Malaysia atau tepatnya ke Melaka adalah untuk memenuhi undangan konferensi Internasional “Youth Be Aware” yang ditaja oleh World Youth Foundation dan UNESCO. Sesuai rencana dan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia, aku akan menghabiskan waktu di Melaka selama empat hari, terhitung mulai hari Senin hingga Kamis.

Bangun pukul 4.30 pagi membuatku harus tergesa-gesa mempersiapkan segalanya. Jadwal terbang ke Malaysia pukul 9.05 pagi membuatku harus mengejar waktu hingga sampai bandara. Segera setelah shalat subuh aku berangkat ke terminal Damri dengan diantar oleh teman sekontrakan. Sesampainya di sana aku langsung memesan tiket dan mengambil tempat duduk. Namun sayang sekali, keadaan jalan tol menuju bandara memang tidak bersahabat kala itu. Aku sampai di bandara pukul 9.10, artinya aku ketinggalan pesawat. Sejenak menghela nafas panjang karena saking bingungnya dengan keadaaan saat itu. Kemudian, tanpa fikir panjang lagi aku segera reschedule jadwal ke petugas dan akhirnya dapatlah ganti tiket pukul 11.40. segera setelah itu aku menghubungi pihak panitia untuk tetap menungguku di bandara KLIA hingga aku sampai di sana, namun sayang sekali tidak ada yang mengangkat.

Pasrah? Memang, saat itu benar-benar pasrah. Bahkan ketika pesawat mulai take off, aku tak tahu lagi harus menghubungi siapa kalau nanti sampai di KLIA. Benar sekali, sesampainya di KLIA, pihak panitia sudah tidak ada di lokasi. Kemungkinan mereka telah kembali ke Melaka. Perlu diketahui bahwa jarak KLIA ke Melaka itu sekitar 130 KM. “jauh sekali..” fikirku. Sejenak aku duduk dan mengingat-ingat kembali catatan perjalanan para backpacker ke Melaka. Ya, aku hanya bisa mengingat-ingat, karena untuk browsing di sana sia-sia saja menurutku, dengan HP yang tak bersinyal, dan pulsa yang super mahal. Akhirnya berdasarkan penuturan beberapa backpacker di Blog mereka, dan tanya-tanya orang sekitar termasuk ke petugas bandara, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju LCCT, sebuah bandara yang jauh lebih tua dari KLIA.

Sungguh, rencana Allah untuk kita memang jauh di luar dugaan dan prasangka. Di perjalanan menuju LCCT, aku dipertemukan dengan 2 orang suami istri yang ternyata mereka adalah orang Jogja, Indonesia. Setelah berbincang-bincang hangat, ternyata mereka juga hendak menuju Melaka untuk berobat, dan mereka mengajakku untuk berangkat bareng ke Melaka. Di LCCT, aku dan bapak tadi segera memesan tiket BUS. Yang ku tahu, tiket bus ke Melaka itu berkisar antara 9-12 RM. Benar, harga tiket bus ke Melaka yang hendak kami pesan seharga 9 RM, namun keberangkatannya masih nanti pukul 18.00, sedangkan sekarang masih terlalu siang. Akhirnya, bapak tadi memutuskan untuk beralih ke taksi. Taksi? Pikirku. Itu akan sangat menguras biaya, dan dengan berat hati aku memutuskan untuk menunggu bus malam saja. Lagi-lagi dengan entengnya bapak itu mengatakan bahwa ia akan membayari biaya taksi untukku. Terima kasih bapak.

Dengan biaya taksi sekitar 159 RM atau setara dengan 500 Ribu rupiah, kami melanjutkan perjalanan menuju the heritage city, Melaka. Perjalanan ke Melaka yang cukup jauh jaraknya, hanya ditempuh dalam waktu 1,5 Jam. Perlu diakui disana memang tidak semacet Jakarta, disiplin di perjalanan pun sangat tinggi, hingga perjalanan pun terasa sangat nyaman.

Sesampainya di Melaka, tepatnya di dekat rumah sakit di mana bapak itu akan berobat, aku segera melanjutkan perjalanan kembali menuju Renaissance Melaka Hotel setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih banyak kepada sepasang suami istri tersebut sebelum berpisah. Tidak cukup jauh dari rumah sakit itu, Renaissance Melaka Hotel telah berada dalam bayangan. Hmm, kira-kira semewah apa ya? Pastinya mewah, fikirku.

Dengan tambahan biaya 10 RM hasil tawar menawar dengan pak sopir taksi, akhirnya aku sampai juga di Renaissance Melaka Hotel. Di sana, aku disambut hangat oleh panitia, dipersilahkan untuk mengisi form kedatangan, hingga diantarkan ke kamarku yang berada di lantai 19. Very amazing, ketika kubuka jendela kamar hotel berbintang lima itu, ku lihat dengan sempurna sosok Melaka yang super rapi, nyata, dan nyaman. River cruisenya bisa kulihat dari kamar dengan nyata, setelah sebelumnya hanya kulihat melalui internet. Alhamdulillah. Pantas saja budget untuk bermalam di Hotel ini cukup mahal, hmm, sekitar satu juta Rupiah untuk kamar standar dalam satu malam saja. Lagi-lagi syukur itu selalu ku ucapkan, karena masih bisa bermalam di sini untuk beberapa malam tanpa biaya sedikitpun. Sebenarnya aku sekamar dengan orang Srilanka, namun ia tiba-tiba saja pindah kamar sesaat sebelum aku datang. Tak apalah, lebih luas sendiri.. hehe.

Capek? Pasti, karena seharian harus menahan kantuk untuk terus terjaga dengan perjalanan yang super jauh. Matapun tak dapat berkompromi lagi, setelah menjamak qasar shalat magrib dan isya, segera ku rebahkan badan di ranjang mewah malam ini sambil ku hidupkan TV untuk sekedar melihat-lihat siaran TV Malaysia. Hingga belum sempat menuntaskan siaran TV, aku sudah terbang jauh dalam mimpi karena saking capeknya.

Hari kedua pun tiba, aku bangun pagi-pagi. Hmm, kira-kira pukul 5 subuh aku bangun, segera ku buka jendela karena tak sabar lagi melihat pemandangan Melaka saat pagi hari. Namun sayang, sampai jam 6 pagi pun Melaka masih terlalu gelap, tidak seperti di Bogor yang terlalu prematur siangnya. Hari kedua membuatku banyak beraktivitas, mulai dari membaca rundown kegiatan hari ini yang super sibuk dari pagi hingga sore nanti, mencari-cari di mana 7 orang delegasi Indonesia yang lain, hingga memberanikan diri meminta jatah internet gratis di kamar kepada resepsionis hotel. Alhasil, pagi ini, aku telah menemukan teman-teman Indonesia, hmm akhirnyaa, kemudian aku juga berhasil membujuk resepsionis untuk memberikan jatah internet gratis di kamar, hmm, bisa FBan sama teman-teman Indonesia setelah dua hari ini putus komunikasi, hingga aku mulai berhasil makan dengan lahap makanan khas barat karena saking laparnya.

Hari kedua dipenuhi dengan sesi presentasi, sesi konferensi, hingga workshop yang semuanya dilakukan dengan bahasa Inggris. Bahasa Inggrisku yang kacau dengan pronounciation yang gak karuan membuatku agak terbata-bata mengimbangi bahasa delegasi Inggris, Australia, atau negara-negara barat itu. Namun semua itu ku imbangi dengan tetap mengikuti gaya bahasa mereka, alhamdulillah masih bisa mengerti apa yang mereka ucapkan. Ngantuk? Pasti, dikelas saja aku sudah menjadi langganan ngantuk, apalagi di forum yang menurutku lebih serius seperti ini. hehe. Di penghujung hari kedua, ada kompetisi memasak, hmm, semacam master chef itu. Beruntung aku sekelompok dengan mereka yang pintar memasak masakan asing, hingga aku hanya kebagian tugas mencuci piring. Hehe..

Malamnya, aku bersama anggota delegasi Indonesia mengajak beberapa anak Malaysia dan anak luar lainnya untuk mengelilingi Melaka. Tujuan awalnya adalah untuk membeli pernak-pernik Melaka sebagai oleh-oleh, namun sejenak terlupa karena kami lebih tertarik dengan sesi foto-foto di depan bangunan-bangunan tua khas Melaka. Awalnya kami mengunjungi gereja tua Melaka, kemudian jam Melaka, kapal raksasa, hingga berlanjut ke menara Taming Sari dan kamipun sempat menaikinya hingga terlihat seluruh sudut kota Melaka dari ketinggian puluhan meter. Pulangnya, kami menyempatkan diri untuk menyusuri tepian River Cruise, merasakan indahnya bantaran sungai yang super bersih itu.

Pagi harinya, tepatnya di hari ketiga, kembali dengan sesi konferensi, namun kali ini bernama “Youth Action Plan”. Cukup lelah juga setengah hari ini dipenuhi dengan kegiatan diskusi hangat tentang keadaan masing-masing negara. Aku cukup puas ketika menjelaskan bagaimana Indonesia dengan UKM-nya yang sukses, pemberantasan KKN yang terus dicanangkan, hingga pendapatan per kapita yang terus diperbaiki. Aku juga tak lupa untuk menjelaskan tentang fenomena pemanasan global di Indonesia yang cukup marak terjadi, hingga berbagai upaya untuk mengatasi hal tersebut.

Sore hari, masih di hari yang sama, kami ber-70 perwakilan masing-masing negara di Dunia, melakukan kegiatan Tour mengelilingi Melaka dengan menggunakan bus sekaligus ditemani guidenya. Sambil berjalan mengelilingi bangunan-bangunan khas Melaka, sang guide menjelaskan panjang lebar tentang Melaka mulai dari sejarahnya hingga keadaan sekarang. Di beberapa spot kami turun sejenak untuk sekedar mengambil gambar hingga membeli oleh-oleh. Perjalanan diakhiri dengan rekreasi duck tour yang sangat mengagumkan. Bus atau yang disebut duck yang kaya amphibi itu ketika di darat dapat berjalan layaknya bus kebanyakan, namun ketika masuk air, maka akan berubah menjadi kapal. It’s so amazing, soalnya baru pertama kali naiknya, hehe. Alhasil, akupun  aktif mengambil gambar dari berbagai sudut lokasi, hingga aku dapat menikmati sunset di Selat Melaka di atas duck ini.

Hari ketiga usai, maka hampir berakhir pula keberadaanku di Melaka, tepatnya di Renaissance Melaka Hotel ini. Di hari keempatnya, aku sengaja pulang lebih awal dari teman-teman yang lain karena aku tidak mau lagi ketinggalan pesawat. Sedihnya berpisah dengan teman-teman delegasi Indonesia, teman-teman antar negara, hingga dengan panitia yang comfortable banget. Jam 11, dengan taksi panitia, aku telah diantar menuju KLIA, hingga akhirnya sampai di Indonesia kembali dengan selamat. Alhamdulillah..

Hmm, sedikit oleh-oleh dari Melaka, check it Out yaa..

Akhirnya, ku ucapkan terima kasih kepada semua pihak. IPB dan Panitia serta UNESCO yang mennanggung seluruh biaya konferensi hingga segala bentuk akomodasi. Ayah ibu yang sempat cemas waktu itu, saudara yang begitu care, dan Teman-teman yang selalu mendukung perjalananku ke sana.

Alhamdulillah ya Allah..

1,040 Responses so far.

  1. RobertFag says:

    cheap amoxicillin 500mg amoxil – where can i get amoxicillin

  2. I liked as much as you’ll receive carried out proper here. The sketch is tasteful, your authored material stylish. however, you command get got an impatience over that you would like be delivering the following. in poor health no doubt come more in the past again since exactly the same nearly very steadily within case you shield this hike.

  3. Upwsxu says:

    amoxicillin price – amoxicillin 500 mg for sale amoxicillin for sinus infection

  4. RobertFag says:

    natural treatments for ed buy cheap prescription drugs online – online ed pills

  5. RobertFag says:

    ed medications comparison ed meds online without doctor prescription – ed medication online

  6. tadalafil says:

    tadalafil 40 mg from india https://superactivetadalafil.com/ generic tadalafil 40 mg what is tadalafil

  7. Well I sincerely liked studying it. This information provided by you is very helpful for proper planning.

  8. RobertFag says:

    foods for ed buy cheap prescription drugs online – buy canadian drugs

  9. RobertFag says:

    purchase wellbutrin online wellbutrin xl – wellbutrin 450 xl

  10. RobertFag says:

    amoxicillin without a doctors prescription buy amoxil – amoxicillin 500mg capsule buy online

  11. DavidInext says:

    A bitcoin wallet is a device that stores your Bitcoin and allows you to transfer and receive it. Your unique address lets you securely execute transactions at real money online casinos and internet retailers. Stake is one of the top Bitcoin casinos for many reasons, including their in-depth user interface and the variety of casino games they offer. To transfer Bitcoin to your account in a Bitcoin casino, you generally pay less than 1% of the amount transferred. Which makes a Bitcoin casino a definite choice compared to conventional casinos. Bitcoin casinos are popular on the internet. They offer gamblers a combination of anonymity, safety, and transaction speed. Today, the best online casinos allow players to make deposits and withdrawals with this popular cryptocurrency. To sum it up: stick to one of the licensed casinos accepting Bitcoin from my list. https://woehrle.sgs-bonn.de/community/profile/hughsteinberg95/ . Still, if a year goes by and you haven’t used the cash on the card, you’ll have to pay a fee of USD$2.00 monthly. You can have one or multiple PaySafe cards, and you can pay with more than one as well. This is a good thing this service offers because this is how you get to spend any leftovers in previous cards. Yay!s. Paysafecard will let you pay safely and simply for your online casino games using different deposit methods – without submitting any contact information, bank accounts or debit or credit card details. It’s so easy to use paysafecard online, no more need to use real money online to receive exclusive casino bonus. Please, read term and conditions apply very careful Thanks to a prepaid PaySafeCard, you can deposit a specified amount of money into your casino account. Most PaySafeCards are available in €10, €25, €50 or €100, so you can easily control your gambling budget. Once you’ve got your hands on the PaySafeCard, it is incredibly easy to make a deposit – just open the deposit page of your online casino, choose the PaySafeCard option and enter the data shown on your card. The transaction takes just a few seconds, and you’ll be able to start gambling with your fresh cash instantly.

  12. RobertFag says:

    valtrex rx where to buy cheap valtrex – valtrex 1g best price

  13. RobertFag says:

    ed medication ed meds online without doctor prescription – best natural ed treatment

  14. RobertFag says:

    amoxicillin 250 mg price in india canadian pharmacy amoxicillin – amoxicillin 500mg no prescription

  15. Ioiimp says:

    vardenafil on line – vardenafil online bestellen rezeptfrei vardenafil side effects

  16. RobertFag says:

    erectile dysfunction medications buy prescription drugs without doctor – how to get prescription drugs without doctor

  17. RobertFag says:

    buy wellbutrin from canada generic for wellbutrin – wellbutrin xl 300 mg generic

  18. RobertFag says:

    erection problems prescription drugs – buy prescription drugs without doctor

  19. RobertFag says:

    valtrex buy valtrex – valtrex generic

  20. RobertFag says:

    amoxil pharmacy amoxil – amoxicillin cephalexin

  21. Good day! I simply wish to give an enormous thumbs up for the great information you could have right here on this post. I will be coming back to your blog for more soon.

  22. RobertFag says:

    erectile dysfunction medication ed meds online without doctor prescription – ed drugs compared

  23. tadalafil 40 mg from india https://tadalafilgenc.com/ tadalafil 60 mg for sale tadalafil dosage

  24. Dead composed articles, thanks for entropy. “The bravest thing you can do when you are not brave is to profess courage and act accordingly.” by Corra Harris.

  25. Onppfg says:

    pharmacy online order vardenafil men – vardenafil nebenwirkungen buy cialis viagra vardenafil

  26. RobertFag says:

    cheap valtrex generic valtrex prescription australia – buy generic valtrex cheap

  27. RobertFag says:

    viagra without a doctor prescription erectile dysfunction pills – ed clinic

  28. I like this post, enjoyed this one regards for putting up. “‘I have done my best.’ That is about all the philosophy of living one needs.” by Lin Yutang.

  29. Utterly pent articles, thank you for entropy. “You can do very little with faith, but you can do nothing without it.” by Samuel Butler.

  30. JohnnyPrada says:

    benadryl coupon 550 mg benadryl – 100 mg benadryl

  31. JohnnyPrada says:

    erectile dysfunction medicines cheap erectile dysfunction pill – ed pills that really work

  32. Juaiyn says:

    best canadian online pharmacy – ed meds perscription drugs from canada

  33. what is tadalafil generic cialis tadalafil peptides

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *